PAMEKASAN, Sinkronesia.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pegantenan mengembangkan usaha kuliner melalui Tok Seewuu Ansoruna, yang menyajikan menu olahan ayam crispy. Usaha yang dirintis sejak Agustus 2025 tersebut kini telah memiliki dua outlet di Kabupaten Pamekasan dan terus diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.
Ketua PAC GP Ansor Pegantenan, Thohiruddin, mengatakan Tok Seewuu Ansoruna lahir dari arahan dan dorongan pengurus MWCNU Pegantenan, khususnya Rais Syuriah yang memiliki perhatian terhadap penguatan ekonomi organisasi.
Saat itu, lembaga dan badan otonom NU didorong untuk memiliki unit usaha sebagai salah satu langkah menuju kemandirian organisasi. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan PAC GP Ansor Pegantenan melalui Tok Seewuu Ansoruna.
“Dari semangat itulah lahir Tok Seewuu Ansoruna sebagai ikhtiar PAC GP Ansor Pegantenan dalam membangun kekuatan ekonomi kader,” kata Thohiruddin (02/08/26)
Menurutnya, usaha tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperoleh keuntungan. Tok Seewuu Ansoruna juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan kegiatan organisasi terhadap bantuan dari pihak lain.
Selain itu, usaha tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pengurus dan kader sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Tujuan utamanya adalah mewujudkan kemandirian ekonomi organisasi agar kegiatan-kegiatan Ansor tidak selalu bergantung pada bantuan dari pihak lain,” ujarnya.
Saat ini, Tok Seewuu Ansoruna telah memiliki dua outlet. Outlet pertama berada di Jalan Raya Pakong–Blumbungan, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, tepat di selatan jalan menuju Pondok Pesantren Banyuayu.
Sementara outlet kedua berada di selatan Kampus UIM Pamekasan, tepatnya di jalan masuk menuju Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet.
Thohiruddin menyebut pihaknya juga menyiapkan pengembangan outlet baru di wilayah Pakong dan Pegantenan. Dalam jangka panjang, Tok Seewuu Ansoruna ditargetkan dapat hadir di seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
“Target jangka panjang kami adalah hadir di seluruh kecamatan di Kabupaten Pamekasan, bahkan berkembang ke daerah lain di luar Pamekasan,” tuturnya.
Pengembangan usaha tersebut juga melibatkan kader Ansor. Sejak awal, kader diberikan ruang untuk terlibat dalam pengelolaan usaha maupun berpartisipasi melalui penyertaan modal.
Dengan pola tersebut, Thohiruddin berharap Tok Seewuu Ansoruna dapat menjadi usaha yang dibangun dan dikembangkan secara bersama oleh kader.
“Kader tidak hanya dilibatkan dalam pengelolaan usaha, tetapi juga diberi kesempatan untuk berpartisipasi sebagai investor atau penyertaan modal,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan kader dalam usaha menjadi bagian penting dari konsep pemberdayaan yang dibangun PAC GP Ansor Pegantenan. Dengan demikian, manfaat usaha diharapkan tidak hanya dirasakan organisasi, tetapi juga para kader yang terlibat.
Ke depan, pengelola tidak ingin pengembangan Tok Seewuu Ansoruna hanya berfokus pada penambahan jumlah outlet. Aspek profesionalitas dan keberlanjutan usaha juga menjadi perhatian utama.
“Yang paling penting bukan hanya memperbanyak outlet, melainkan menjadikan Tok Seewuu Ansoruna sebagai usaha yang kuat, profesional, dan berkelanjutan,” ujar Thohiruddin.
Ia berharap usaha tersebut mampu memberikan manfaat bagi kader, memperkuat kemandirian PAC GP Ansor Pegantenan, sekaligus ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan pengembangan tersebut, Tok Seewuu Ansoruna diarahkan tidak sekadar menjadi unit usaha kuliner milik organisasi, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan kader dan salah satu sumber penguatan ekonomi organisasi di tingkat lokal.(vk)