Liputan, Nasional

STIDKI Al-Hamidy Banyuanyar Cetak Generasi Berkualitas, Perang Yarmuk Jadi Pesan PKKMB

September 14, 2026

Foto : Istimewa

PAMEKASAN – Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi (STIDKI) Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan menegaskan komitmennya mencetak generasi berkualitas melalui Pagelaran Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Ketua STIDKI Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan, KH. Muhdlar Abdullah, menyampaikan pesan tentang pentingnya kualitas dalam membentuk generasi. Ia mengaitkannya dengan peristiwa Perang Yarmuk yang menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah Islam.

Menurutnya, Perang Yarmuk memberikan pelajaran bahwa kekuatan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah. Kualitas individu, kekuatan karakter, serta keteguhan menghadapi tantangan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan.

“Tidak selalu yang banyak itu lebih kuat. Kualitas tidak selalu ditentukan oleh kuantitas,” ujar KH. Muhdlar Abdullah dalam kegiatan PKKMB STIDKI Al-Hamidy, Senin (14/9/2026).

Pesan tersebut disampaikan kepada mahasiswa baru sebagai bekal memasuki kehidupan akademik. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar capaian intelektual, tetapi juga membangun karakter dan kesiapan menghadapi perubahan sosial.

KH. Muhdlar Abdullah menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar memberikan pengetahuan. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang memiliki kapasitas keilmuan sekaligus karakter yang kuat.

Melalui PKKMB, mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan akademik, tradisi kelembagaan, serta nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan STIDKI Al-Hamidy.

Momentum tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri. Mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya memiliki jumlah, tetapi mempunyai kualitas dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

STIDKI Al-Hamidy Banyuanyar Pamekasan terus menempatkan pendidikan sebagai bagian dari proses mencetak generasi yang memiliki kompetensi keilmuan, karakter, serta kemampuan berkontribusi di tengah masyarakat.

Pesan tentang Perang Yarmuk menjadi refleksi bagi mahasiswa baru bahwa tantangan besar tidak selalu membutuhkan jumlah yang besar. Tantangan membutuhkan manusia yang memiliki kapasitas, keteguhan, dan kualitas untuk menghadapinya. (vik)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

Opini