Sinkronesia.com – Kabupaten Sampang, Jawa Timur, disebut masih menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa selama dua dekade terakhir.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun tiktok @Maulifikr yang mengulas perkembangan kemiskinan sejumlah kabupaten/kota di Pulau Jawa.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, Jawa Timur masih mendominasi daftar daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Bahkan, jumlah kabupaten/kota asal Jawa Timur yang masuk dalam 10 daerah termiskin disebut mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.
“20 tahun berturut-turut, Kabupaten Sampang masih menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa,” tulis akun Maulifikr dalam unggahannya.
Unggahan tersebut juga menyebut jumlah daerah asal Jawa Timur yang masuk dalam daftar 10 daerah termiskin di Pulau Jawa meningkat dari empat daerah menjadi enam daerah dalam kurun lima tahun terakhir.
Lima posisi teratas dalam daftar tersebut bahkan disebut didominasi kabupaten dari Jawa Timur. Kondisi itu menunjukkan persoalan kemiskinan di sejumlah wilayah Jawa Timur masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.
Namun, tidak semua daerah menunjukkan tren yang sama. Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, disebut menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil memperbaiki posisinya.
Setelah beberapa kali masuk dalam tiga besar daerah termiskin di Pulau Jawa, Wonosobo disebut berhasil keluar dari daftar 10 besar pada 2025.
Sementara itu, Kabupaten Tuban dan Ngawi disebut menjadi pendatang baru dalam daftar 10 daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa.
Kondisi berbeda juga terlihat di Kabupaten Pamekasan. Dalam unggahan tersebut, Pamekasan disebut pernah masuk tiga besar daerah termiskin di Pulau Jawa pada periode 2004–2006.
Namun, kondisi tersebut kemudian mengalami perubahan. Pamekasan disebut berhasil memperbaiki posisi hingga akhirnya keluar dari daftar 10 daerah termiskin di Pulau Jawa.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa posisi suatu daerah dalam daftar kemiskinan dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perbaikan yang terjadi di sejumlah wilayah juga menjadi gambaran bahwa kondisi kemiskinan tidak selalu bersifat tetap.
Informasi mengenai Sampang dan daerah lainnya tersebut menjadi perhatian karena menggambarkan adanya perbedaan perkembangan kondisi sosial-ekonomi antardaerah di Pulau Jawa.(vk)