SINKRONESIA.COM – Kisah cinta umumnya melibatkan dua insan yang saling mencintai. Namun, cerita berbeda datang dari Inggris. Seorang perempuan bernama Pascale Sellick membuat publik terkejut setelah memutuskan menikahi selimut kesayangannya yang telah lama menemaninya tidur. Dilansir dari Keepo.com, keputusan itu diambil karena ia merasa selimut tersebut merupakan sosok yang paling setia dan selalu memberinya kenyamanan.
Perempuan berusia 49 tahun yang berprofesi sebagai seniman itu mengaku memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan selimutnya. Baginya, benda tersebut bukan sekadar perlengkapan tidur, melainkan simbol rasa aman, ketenangan, dan teman yang selalu hadir dalam berbagai situasi.
Dilansir dari Keepo.com, Pascale bahkan merencanakan pesta pernikahan lengkap dengan tamu undangan, pertunjukan musik, hingga prosesi layaknya pernikahan pada umumnya. Ia ingin momen tersebut menjadi perayaan atas hubungan yang menurutnya paling tulus dan konsisten dalam hidupnya.
“Saya sangat mencintai selimut saya. Saya ingin mengundang orang-orang untuk menjadi saksi cinta yang paling konstan ini, teman yang paling nyaman dalam hidup saya,” ujar Pascale, seperti dikutip Keepo.com dari Mirror.
Tak hanya itu, Pascale juga telah menyiapkan konsep acara secara matang. Ia berencana mengenakan gaun pengantin, sementara “pasangannya” akan tetap menjadi selimut yang selama ini selalu menemaninya beristirahat.
Menurutnya, pesta tersebut bukan semata-mata untuk mencari sensasi. Ia berharap orang-orang yang hadir dapat menikmati suasana, bergembira bersama, sekaligus melupakan berbagai tekanan hidup, terutama menjelang Hari Valentine.
Keputusan unik itu pun menuai beragam respons. Sebagian orang menganggapnya sebagai bentuk ekspresi seni dan kebebasan berekspresi, sementara lainnya menilai tindakan tersebut sebagai sesuatu yang tidak lazim.
Meski terdengar nyeleneh, kisah Pascale kembali mengingatkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda dalam memaknai kebahagiaan dan rasa nyaman. Bagi perempuan asal Inggris itu, selimut bukan sekadar benda mati, melainkan “teman hidup” yang selalu memberikan kehangatan tanpa syarat.(vik)