PAMEKASAN – Seleksi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Kecamatan Pegantenan Tahun 2026 resmi digelar di Kantor Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang menjadi agenda pembinaan syiar Islam tersebut diikuti peserta dari berbagai desa untuk memperebutkan kesempatan mewakili Kecamatan Pegantenan pada MTQ tingkat Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Pegantenan, Andi Hindriyanto, S.Sos., M.M. Turut hadir dalam pembukaan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pegantenan, H. Akhmadi, S.Ag., para Penyuluh Agama Islam, seluruh staf Kecamatan Pegantenan, serta jajaran KUA Kecamatan Pegantenan.
Pelaksanaan seleksi merupakan lanjutan dari tahapan pendaftaran yang telah dibuka sejak 3 hingga 23 Juli 2026.
Pada MTQ XXXII tahun ini, panitia menggelar tujuh cabang lomba, yakni Tilawah Al-Qur’an, Hifdzil Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Khath Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Ketujuh cabang tersebut menjadi bagian dari proses seleksi untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Pegantenan pada MTQ tingkat Kabupaten Pamekasan.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pegantenan, M. Subahri, S.Sos., mengatakan penyelenggaraan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi media untuk menanamkan kecintaan masyarakat terhadap kitab suci Al-Qur’an.
“Tujuan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) antara lain meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.
Lebih lanjut, Subahri menilai MTQ menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam memperkuat syiar Islam melalui pembinaan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
“MTQ juga mendorong masyarakat untuk membaca, memahami, menghayati, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan semangat mempelajari ilmu Al-Qur’an, seperti tilawah, tahfiz, tafsir, dan cabang-cabang lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, MTQ diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan seni tilawah. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan umat, serta menyebarluaskan syiar Islam di tengah masyarakat.
“Secara singkat, tujuan utama MTQ adalah membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan umat, sehingga Al-Qur’an tidak hanya dibaca dengan indah, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(vick)