Berita, Liputan

DPD IMABA Istimewa Tutup Komaba II, Jadi Wadah Pengembangan Potensi Mahasiswa dan Pelajar Bata-Bata

Juli 17, 2026

Suasana Closing KOMABA II DPD IMABA Istimewa

PAMEKASAN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) Istimewa resmi menutup rangkaian Kompetisi Mahasiswa Bata-Bata (Komaba) II di Auditorium IAI Al-Khairat Pamekasan, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang diikuti anggota puteri IMABA serta siswi kelas XI MA/SMK Mambaul Ulum Bata-Bata Putri tersebut menjadi ajang pengembangan kemampuan di bidang public speaking, literasi, dan seni sebagai bekal meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa dan pelajar.

Acara penutupan berlangsung khidmat dengan diawali pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne IMABA, dan Mars IMABA. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari panitia, pengurus IMABA, Presidium IMABA, hingga ditutup secara resmi oleh Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan.

Komaba II diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa dan pelajar untuk mengembangkan potensi di luar ruang akademik. Melalui berbagai cabang perlombaan, DPD IMABA Istimewa ingin membangun keberanian peserta dalam berkomunikasi, meningkatkan kemampuan literasi, sekaligus mengasah kreativitas dan daya saing.

Pelaksanaan Komaba II diawali dengan pembukaan pendaftaran peserta pada 22–27 Juni 2026. Selanjutnya, berbagai cabang perlombaan digelar pada 2–16 Juli 2026, sebelum akhirnya para pemenang diumumkan pada 17 Juli 2026 yang dirangkaikan dengan acara penutupan.

Pada kategori mahasiswi, Komaba II memperlombakan bidang Public Speaking yang meliputi lomba berita, Voice of Intellectuals, Master of Ceremony (MC), debat, dan podcast. Selain itu terdapat bidang Literasi yang mencakup lomba opini, cerpen, dan cipta puisi, serta bidang Teater melalui lomba dramatikal puisi.

Sementara bagi kategori siswi MA/SMK Mambaul Ulum Bata-Bata Putri, perlombaan terdiri atas bidang Public Speaking yang melombakan berita, puisi, dan MC, serta bidang Literasi yang meliputi opini, cerpen, dan cipta puisi.

Ketua Panitia Komaba II, Lailatul Munawwaroh, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan, baik berupa pemikiran maupun finansial, serta seluruh stakeholder yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan menjadi amal kebaikan dan mendapatkan keberkahan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD IMABA Istimewa, Sitti Muzayyanah, menegaskan, Komaba bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara, melainkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan pelajar dalam mengembangkan potensi diri.

Menurutnya, kompetisi menjadi media untuk mengasah keberanian, membentuk mental yang tangguh, sekaligus meningkatkan karakter dan kreativitas peserta agar mampu bersaing di berbagai bidang.

“Kompetisi ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, Komaba adalah ruang untuk belajar, mengembangkan potensi, mengasah keberanian, serta membangun mental yang tangguh. Harapan kami, Komaba terus menjadi wadah lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, dan daya saing,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Deklarator sekaligus Inisiator IMABA, Kiai Haji Abdul Adzim, S.Fil.I., M.I.S., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Komaba II oleh DPD IMABA Istimewa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Bata-Bata yang berada di lingkungan pesantren mampu berkembang dan menunjukkan kualitasnya di berbagai bidang.

Ia mengaku sempat memiliki kekhawatiran terhadap ruang pengembangan mahasiswa di lingkungan pesantren. Namun, melalui Komaba II, kekhawatiran tersebut mulai terjawab karena IMABA kini telah memiliki fondasi organisasi yang kuat melalui Dustur IMABA.

“Saya teringat pada kekhawatiran terhadap mahasiswa Bata-Bata yang selama ini berada di lingkungan pesantren. Alhamdulillah, hari ini kekhawatiran itu mulai terjawab. IMABA Istimewa kini telah memiliki dasar yang kuat dalam Dustur, dan kita bisa melihat sendiri bahwa IMABA Istimewa yang berada di pesantren mampu berkembang dengan sangat baik,” ujarnya.

Menurut Ra Adzim (sapaan akrabnya), mahasiswi di lingkungan pesantren kini tidak hanya fokus mempelajari ilmu keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan di bidang seni, literasi, public speaking, hingga teater. Bahkan, mereka telah mampu bersaing dengan mahasiswi dari luar lingkungan IMABA.

Mengutip dawuh RKH. Abdul Hamid Ahmad Mahfudz Zayyadi, ia menegaskan bahwa mahasiswa Bata-Bata merupakan duta pesantren yang memiliki tanggung jawab menyebarkan ilmu pengetahuan.

“Kalau bukan mahasiswa Bata-Bata, siapa lagi yang akan menyebarkan ilmu? Tubuh kita memang berada di pesantren, tetapi cara berpikir kita harus mampu menembus tingkat internasional,” tuturnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ilmu tidak dipelajari semata-mata untuk diperlombakan. Menurutnya, tujuan utama menuntut ilmu adalah berdakwah dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita berdakwah. Perjuangan itu harus dibarengi dengan melibatkan banyak pihak agar tidak berjalan sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi sesuatu yang sangat penting,” katanya.

Menutup sambutannya, Kh. Abdul Adzim mengajak seluruh kader untuk terus memperluas wawasan melalui literasi sebagai bekal membangun masa depan.

“Kalian yang berada di pondok sedang mencari peta kehidupan. Semakin banyak ilmu yang dipelajari, semakin luas pula peta yang kita miliki. Itu bergantung pada seberapa banyak literasi yang masuk kepada diri kita. Artinya, kita sedang membangun peta perjalanan hidup, sedangkan pengalaman adalah hasil dari usaha yang terus kita lakukan,” pungkasnya.

Menutup rangkaian sambutan, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., yang sekaligus menutup secara resmi Komaba II, memberikan apresiasi kepada DPD IMABA Istimewa atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap IMABA terus berkembang menjadi organisasi yang mampu melahirkan kader-kader unggul serta menjadikan nilai-nilai organisasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap IMABA terus tumbuh dengan baik. Apa yang menjadi jargon organisasi ini hendaknya tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kejayaan IMABA bukan hanya untuk Bata-Bata sebagai sebuah kelembagaan, melainkan juga harus tercermin pada kualitas setiap kadernya,” ujarnya.

Ali Ridho juga mendorong seluruh peserta agar terus mengeksplorasi bakat dan potensi yang dimiliki. Ia berharap peserta Komaba dapat melanjutkan pendidikan di IAI Al-Khairat Pamekasan sehingga mampu meningkatkan kapasitas keilmuan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

“Mari kita berkompetisi dengan baik. Menang ataupun kalah hanyalah bonus. Yang terpenting adalah semangat untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Ali Ridho berharap Komaba dapat terus menjadi agenda tahunan yang berkesinambungan dan menjadi ruang pembinaan bagi lahirnya kader-kader IMABA yang berkualitas.

“Atas nama pimpinan IAI Al-Khairat Pamekasan, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta di kampus ini. Semoga kegiatan Komaba dapat terus terlaksana setiap tahun dan menjadi ruang pembinaan yang melahirkan kader-kader terbaik bagi IMABA maupun masyarakat,” pungkasnya.(vick)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

Opini