Liputan

PKN UIM Posko 15 Kunjungi Pengembangan Usaha Keripik Lidah Buaya Desa Artodung

Agustus 12, 2026

Foto : Istimewa

Pamekasan – Mahasiswa Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) Universitas Islam Madura (UIM) Posko 15 Desa Artodung melakukan kunjungan ke pengembangan usaha keripik lidah buaya yang dikelola kader PKK Desa Artodung, pada Ahad (09/08/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Dusun Tengginah, Desa Artodung tersebut dilakukan dengan membersamai ibu-ibu PKK sekaligus melihat secara langsung proses pengolahan lidah buaya menjadi produk keripik dan minuman herbal.

Sekretaris PKK Desa Artodung, Qoriatus Sholehah, menjelaskan bahwa pengembangan produk tersebut merupakan salah satu inovasi kader PKK bersama Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) dalam memanfaatkan potensi lokal desa.

“Keripik lidah buaya dan minuman herbal ini merupakan bentuk inovasi PKK dan Asman Toga dengan memanfaatkan lidah buaya yang menjadi salah satu tanaman khas Desa Artodung. Usaha ini kami kembangkan sebagai upaya mengolah potensi yang ada menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Ia mengatakan, usaha tersebut masih dalam tahap awal pengembangan dan diarahkan menjadi usaha bersama milik PKK untuk mendukung kemandirian ekonomi organisasi.

“Usaha ini masih dalam tahap awal dan akan terus kami evaluasi, terutama dalam hal promosi dan pemasaran. Ke depan, kami berharap usaha ini dapat berkembang sehingga hasilnya bisa menjadi tambahan kas PKK sekaligus mendukung berbagai kegiatan organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Desa PKN UIM Posko 15 Desa Artodung, Raudlatul Jannah, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus melihat potensi ekonomi yang dikembangkan masyarakat secara langsung.

“Kunjungan ini menjadi ruang bagi kami untuk belajar dari masyarakat sekaligus melihat potensi lokal yang sedang dikembangkan di Desa Artodung. Kami melihat adanya upaya kreatif dari PKK dalam mengolah tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang bernilai ekonomi,” tuturnya.

Ia berharap pengembangan produk tersebut dapat terus berjalan dan mendapat dukungan dalam aspek promosi maupun pemasaran.

“Kami berharap produk keripik lidah buaya dan minuman herbal ini dapat terus dikembangkan dan semakin dikenal masyarakat. Semoga ke depan pemasaran dapat diperluas sehingga usaha ini mampu memberikan manfaat bagi PKK dan masyarakat Desa Artodung,” pungkasnya.(pin/vik)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

Opini