PAMEKASAN – Kondisi Jalan yang menghubungkan Desa Bulangan Haji dengan Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Setelah hampir dua dekade mengalami kerusakan, warga berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan segera memberikan perhatian serius dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh.
Salah seorang warga Desa Bulangan Haji, Hikmal Abrar, mengatakan kerusakan jalan tersebut bukan sekadar mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi telah berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.
“Hampir 20 tahun jalan ini rusak. Sampai sekarang belum ada perhatian yang benar-benar serius. Padahal jalan ini menjadi akses utama masyarakat setiap hari,” kata Hikmal melalui pesan WhatsApp, Rabu (16/7/2026).
Menurutnya, setiap hari masyarakat harus melewati jalan berlubang dan bergelombang untuk bekerja, bersekolah, hingga mengurus berbagai kebutuhan. Kondisi itu semakin memprihatinkan saat musim hujan karena lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga membahayakan pengguna jalan.
Tak hanya menghambat mobilitas, Hikmal menilai kerusakan jalan juga berdampak pada keselamatan warga. Ia mencontohkan ketika ada masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat, perjalanan menuju fasilitas kesehatan menjadi lebih sulit dan memakan waktu lebih lama akibat kondisi jalan yang rusak.
“Bahkan ada warga yang mengaku mengalami gangguan kesehatan, seperti hernia dan ambeien, yang diduga dipicu oleh guncangan saat melewati jalan rusak. Itu baru sebagian kecil dari dampak yang dirasakan masyarakat setiap hari,” katanya.
Hikmal juga mengaku sempat mendengar pernyataan Wakil Bupati Pamekasan yang menyebut perbaikan ruas Jalan Kabupaten Bulangan Haji–Palesanggar akan dilaksanakan pada Februari. Namun, hingga saat ini masyarakat belum melihat adanya realisasi di lapangan.
Selain itu, ia memperoleh informasi bahwa perbaikan jalan selama ini hanya dilakukan sekitar 100 meter setiap tahun. Menurutnya, pola tersebut belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat mengingat panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup signifikan.
“Kalau setiap tahun hanya diperbaiki sekitar 100 meter, masyarakat tetap harus menghadapi jalan rusak dalam waktu yang sangat lama. Menurut saya, itu belum menjadi solusi yang efektif,” ungkapnya.
Meski demikian, Hikmal menyatakan masyarakat memahami bahwa pemerintah memiliki keterbatasan anggaran dan harus menentukan skala prioritas pembangunan. Namun, dengan kondisi jalan yang telah rusak hampir 20 tahun serta besarnya dampak yang dirasakan warga, ia berharap ruas jalan tersebut dapat masuk dalam daftar prioritas pembangunan daerah.
“Kami memahami pemerintah memiliki keterbatasan anggaran. Tetapi melihat kondisi jalan yang sudah hampir dua dekade rusak, kami berharap pemerintah menjadikannya sebagai prioritas untuk segera diperbaiki secara menyeluruh,” tuturnya.
Ia menegaskan, jalan yang layak bukan hanya mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat, tetapi juga menjadi kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesejahteraan warga.
Melalui aspirasi tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pamekasan segera mengambil langkah nyata agar Jalan poros Desa Bulangan Haji menuju Palesanggar kembali layak dilalui. Bagi warga, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar rencana atau janji, melainkan realisasi pembangunan yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung.(vik)