Nasional

BGN Buka Akses Pemantauan MBG, Orang Tua Bisa Cek Menu hingga SPPG

Agustus 28, 2026

Sumber : bgn.co.id

Jakarta,  Orang tua kini disiapkan akses yang lebih mudah untuk mengetahui makanan yang dikonsumsi anak mereka melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan Radar MBG, portal digital yang memungkinkan masyarakat melihat informasi pelaksanaan program, mulai dari sekolah penerima hingga menu dan kandungan gizi makanan.

Portal tersebut dirancang tidak hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya BGN membangun keterbukaan dalam pelaksanaan MBG. Masyarakat, sekolah, pemerintah daerah, hingga dinas terkait nantinya dapat ikut memantau pelaksanaan program melalui platform tersebut.

Kepala BGN Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan Radar MBG dibuat untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai pelaksanaan program, terutama bagi orang tua yang ingin mengetahui makanan yang diberikan kepada anaknya di sekolah.

Hal itu disampaikan Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

“Kami sudah menyiapkan portal di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kemudian kepala sekolah dan kepala daerah, dinas, itu bisa kemudian memonitor,” ujar Mas Dar.

Melalui Radar MBG, pengguna nantinya dapat melihat sekolah yang memperoleh program MBG, menu makanan yang disajikan, kandungan gizi, foto makanan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi tempat produksi makanan.

>> Akses link radar MBG : https://www.bgn.go.id/radar-mbg/

Menurut Sudaryono, informasi tersebut penting bagi orang tua yang ingin mengetahui secara langsung menu MBG yang diterima anak mereka setiap harinya.

“Orang tua itu ingin tahu, anak yang sekolah di sekolah yang mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya mana, dan dari SPPG mana itu bisa dicek melalui yang kami namakan Radar MBG,” kata Mas Dar.

Keterbukaan tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Dengan data yang tersedia secara digital, masyarakat dan pihak terkait dapat mengetahui kondisi program di lapangan serta memberikan perhatian ketika terdapat hal yang perlu diperbaiki.

Untuk mendukung kelengkapan informasi dalam Radar MBG, BGN juga mendorong seluruh SPPG melakukan pelaporan secara digital, termasuk terkait proses produksi makanan. Saat ini, sekitar 85 persen SPPG disebut telah melakukan pengisian laporan secara digital.

BGN menargetkan seluruh dapur MBG dapat menjalankan pelaporan tersebut secara konsisten. Dengan begitu, informasi yang ditampilkan kepada masyarakat melalui Radar MBG dapat semakin lengkap.

“Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG-nya belum melaporkan atau belum memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” jelas Mas Dar.

Ke depan, keberadaan Radar MBG diharapkan tidak hanya membuat masyarakat lebih mudah memperoleh informasi. BGN juga ingin menjadikan partisipasi publik sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas program secara berkelanjutan, termasuk dari sisi makanan, komposisi menu, kandungan gizi, dan pelayanan kepada penerima manfaat. (day)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

Opini