Sumenep – Pengurus Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota Madura masa bakti 2026/2027 resmi dilantik. Pelantikan Tersebut bertempat di Hotel C1 Sumenep Syariah, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari berbagai perguruan tinggi di Madura.
Kepengurusan baru PPMI Dewan Kota Madura mengusung tema “Satu Pena untuk Madura”. Tema tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antarlembaga pers mahasiswa, sekaligus menjaga peran pers mahasiswa dalam menyampaikan informasi di tengah perkembangan media digital.
Sekretaris Jenderal PPMI Dewan Kota Madura, Naufal Firdaus, mengatakan kepengurusan baru diharapkan dapat melanjutkan kerja-kerja organisasi dengan membangun komunikasi yang lebih kuat antarpers mahasiswa di Madura.
Ia menilai kolaborasi menjadi salah satu hal penting bagi pers mahasiswa, terutama ketika perkembangan teknologi membuat arus informasi semakin cepat.
“Melalui semangat ‘Satu Pena untuk Madura’, kami ingin menegaskan kembali bahwa pers mahasiswa bukan sekadar penyampai berita kampus,” ujar Naufal dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Naufal menekankan bahwa pers mahasiswa memiliki ruang untuk menjalankan fungsi kontrol sosial melalui karya jurnalistik yang tetap berpegang pada prinsip kritis dan objektif. Menurutnya, kehadiran perwakilan LPM dari berbagai kampus menjadi bagian penting dalam membangun kerja bersama tersebut.
“Melainkan agen kontrol sosial yang kritis, objektif, dan berdampak bagi masyarakat luas. Kehadiran kawan-kawan LPM se-Madura hari ini adalah bukti nyata bahwa kita siap bergerak bersama dalam satu frekuensi perjuangan,” lanjutnya.

Usai prosesi pelantikan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan dialog yang membahas keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Madura. Diskusi tersebut membicarakan sejumlah aspek terkait proyek energi tersebut, mulai dari fungsi dan dampaknya hingga persoalan transparansi informasi yang berkaitan dengan masyarakat.
Dialog menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pandangan mengenai isu energi di Madura. Pembahasan juga menjadi bagian dari upaya pers mahasiswa untuk melihat persoalan publik dari berbagai sudut sebelum mengolahnya menjadi informasi bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Kota (Muskerkot) PPMI Dewan Kota Madura. Forum ini membahas arah kebijakan, program kerja, serta rekomendasi organisasi yang akan menjadi agenda kepengurusan selama masa bakti 2026/2027.
Melalui Muskerkot, pengurus baru bersama anggota organisasi mulai menyusun sejumlah agenda yang akan dijalankan selama satu periode ke depan, dengan penguatan komunikasi dan kerja sama antarpers mahasiswa sebagai salah satu fokus kepengurusan.(vik)