Nasional

PMII Rayon Uwais Al-Qorny Gelar Sekolah Kaderisasi, Perkuat Kapasitas dan Kepemimpinan Kader

Agustus 13, 2026

Foto : Istimewa

Sampang – PMII Rayon Uwais Al-Qorny Komisariat IAI Al-Khairat Pamekasan menggelar Sekolah Kaderisasi di Santos, Camplong, Sampang, Rabu (12/08/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB tersebut mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Kader dalam Membangun Kepemimpinan, Tata Kelola Organisasi, dan Gerakan Advokasi.”

Sekolah Kaderisasi tersebut menghadirkan sejumlah kader dan senior sebagai pemateri dengan bidang pembahasan yang meliputi administrasi, kepemimpinan, politik kampus, serta advokasi. Pemateri yang terlibat yakni Rohemah, M.E. pada bidang administrasi, Abd Kholik, M.E. pada bidang kepemimpinan, Ach Firdaus, S.E. pada bidang politik kampus, serta Hasibuddin, S.E. pada bidang advokasi.

Selain sesi materi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Camping Pergerakan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Sekolah Kaderisasi.

Ketua Komisariat PMII IAI Al-Khairat Pamekasan, Kholilurrahman, mengatakan bahwa penguatan kapasitas kader perlu dilakukan secara berkelanjutan agar kader tidak hanya memahami organisasi secara teoritis, tetapi juga mampu menjalankan peran di dalamnya.

“Sekolah Kaderisasi ini penting untuk memberikan bekal kepada kader, khususnya dalam memahami kepemimpinan, tata kelola organisasi, politik kampus, dan advokasi. Kader perlu memiliki bekal yang cukup agar mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya di dalam organisasi,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kader yang mampu mengambil peran dan melanjutkan keberlangsungan organisasi.

“Harapannya, apa yang didapat dalam kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi. Dengan begitu, kader memiliki kesiapan untuk mengambil peran dan melanjutkan proses kaderisasi di PMII,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Rayon Uwais Al-Qorny, Samsul Arifin, mengatakan bahwa Sekolah Kaderisasi merupakan salah satu upaya rayon dalam memberikan ruang belajar yang lebih terarah kepada kader.

“Melalui Sekolah Kaderisasi ini, kami ingin memberikan ruang kepada kader untuk belajar hal-hal yang berkaitan langsung dengan kebutuhan organisasi. Tidak hanya soal kepemimpinan, tetapi juga administrasi, politik kampus, dan advokasi yang akan menjadi bagian dari perjalanan kader dalam berorganisasi,” jelasnya.

Menurutnya, proses kaderisasi membutuhkan pembelajaran yang berkelanjutan dan tidak cukup hanya dilakukan melalui forum formal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi kader untuk lebih siap menjalankan tanggung jawabnya. Prosesnya tentu tidak berhenti di kegiatan ini, tetapi akan terus dilanjutkan melalui berbagai ruang belajar dan pengalaman organisasi,” pungkasnya.(pin/vik)

Facebook
X
WhatsApp

Berita Terbaru

Opini