Pamekasan – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Harokah IAI Al-Khairat Pamekasan menggelar Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) Perdana dengan tema “Empirical Journalism: Mengintegrasikan Kepekaan Sosial dan Akurasi Pengawalan Isu” di Auditorium IAI Al-Khairat Pamekasan, Minggu–Selasa (19–21/07/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota LPM Harokah dan peserta eksternal sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas jurnalistik tingkat lanjut, khususnya dalam memahami isu, melakukan peliputan mendalam, serta menyajikan informasi secara akurat dan berimbang.
DJTL Perdana menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang media dan jurnalistik. Materi yang diberikan meliputi Jurnalisme Investigasi dan Data Tracking, In-depth Interview dan Etika Pers, Jurnalisme Sastrawi dan Feature Writing, Konvergensi Media dan Produksi Konten Website Kreatif, serta News Presenting dan Teknik Presentasi Berita Audiovisual.
Selain itu, peserta juga mendapatkan sesi bedah tema yang disampaikan oleh Pembina LPM Harokah, Taufiq Hidayat, S.E. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan closing ceremony yang dihadiri Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I.
Pimpinan Umum LPM Harokah, Alfin Farhanuddin, mengatakan bahwa DJTL Perdana menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas anggota dalam menghadapi tantangan jurnalistik yang semakin kompleks.
“DJTL ini menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam kemampuan jurnalistik, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam membaca realitas dan mengawal isu secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dalam kerja-kerja jurnalistik dan memberi kontribusi terhadap penguatan budaya literasi di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Kami berharap seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman dari kegiatan ini untuk kemudian diimplementasikan dalam kerja jurnalistik dan dikembangkan bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor IAI Al-Khairat Pamekasan, Dr. Ali Ridho, M.S.I., menekankan pentingnya integritas bagi seorang jurnalis dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Jadilah jurnalis yang berintegritas. Tantangan seorang jurnalis tidak ringan karena harus mampu menembus tembok yang besar untuk menjadi corong kebenaran,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan DJTL Perdana dan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai teori, melainkan diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
“Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Karena itu, saya berharap ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat diimplementasikan sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan DJTL Perdana, LPM Harokah diharapkan mampu melanjutkan proses kaderisasi jurnalistik secara berkelanjutan, sehingga peserta tidak hanya menguasai pengetahuan untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu membagikan dan mengembangkan ilmu tersebut kepada orang lain. (pin/vik)