PAMEKASAN, Sinkronesia.com – Ketua Yayasan Al-Khairat, KH. Ahmad Mahfudz Abdul Qadir, mengingatkan lulusan Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan agar terus belajar, membiasakan introspeksi diri, dan tidak takut menghadapi tantangan kehidupan setelah kuliah.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan yudisium mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan di Aula Al-Khairat, Kamis (15/10/2026). Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Ra Mahfudz (sapaan akrabnya), kelulusan bukanlah akhir perjalanan pendidikan. Para lulusan justru akan menghadapi tantangan yang lebih beragam sehingga membutuhkan kesiapan, kebijaksanaan, dan kemampuan mengevaluasi diri.
“Tantangan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak perlu ditakuti, tetapi harus dihadapi dengan kesiapan dan kebijaksanaan,” pesannya.
Ia menilai, muhasabah atau evaluasi diri menjadi salah satu bekal penting dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Melalui kebiasaan tersebut, seseorang dapat belajar memahami persoalan dari sudut pandang orang lain sebelum mengambil sikap.
Ra Mahfud juga mengingatkan agar lulusan tidak hanya sibuk menilai kekurangan orang lain. Menurutnya, kesediaan untuk mengoreksi dan memperbaiki diri sendiri merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi yang lebih baik.
“Orang yang terbiasa bermuhasabah akan lebih tertata dalam menjalani kehidupan. Karena itu, saya berharap para mahasiswa tidak hanya menjadi pribadi yang gemar mengevaluasi orang lain, tetapi juga bersedia mengevaluasi dan memperbaiki dirinya sendiri,” ujarnya.
Selain muhasabah, Ra Mahfud menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal untuk mengembangkan diri dan menghadapi masa depan.
Ia mengutip pesan Almarhum RKH. Moh. Tohir Abdul Hamid tentang budaya Madura yang tidak boleh dipertahankan, yakni kebodohan atau ketidakberpendidikan. Menurutnya, keberhasilan seseorang tanpa pendidikan tinggi tidak seharusnya dijadikan alasan untuk meremehkan pentingnya menuntut ilmu.
“Jangan mudah percaya bahwa pendidikan tidak penting hanya karena ada orang yang berhasil tanpa menempuh pendidikan tinggi. Itu merupakan pengecualian. Orang yang berpendidikan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan diri dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Karena itu, ia meminta para lulusan agar tidak berhenti belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Proses belajar, kata dia, perlu terus berjalan seiring dengan pengalaman dan tanggung jawab yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Ra Mahfud juga berpesan agar lulusan tidak terburu-buru memberikan komentar terhadap suatu persoalan sebelum memahami akar masalahnya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap, menghindari prasangka buruk atau suuzan, serta membiasakan berprasangka baik atau husnuzan kepada orang lain.
Secara khusus, ia mengajak para lulusan menjaga sikap hormat kepada orang tua dan guru selama menjalani kehidupan bermasyarakat.
Di akhir sambutannya, Ra Mahfud menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah melalui amalan vertikal serta membangun hubungan baik dengan sesama manusia melalui amalan horizontal.
Ia berharap lulusan IAI Al-Khairat Pamekasan mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut secara konsisten, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat. (pin/vik)